HRD, ngerjain apa sih?

Banyak temen-temen tanya, di HRD emang ngerjain apa aja sih? Paling yg dikerjain itu-itu aja, rekrutmen: panggil dan tes kandidat (udah di tes dengan banyak alat tes dan lolos user, ehh, ternyata gak cocok sama salary yg diminta, kesel gak tuh!!!), training, payroll, kasus ER/IR, ngurusin jamsostek, ngurusin administrasi karyawan dan antek-anteknya.

Pertanyaan temen saya itu langsung mengingatkan saya pada Dave Ulrich, siapa dia? Ya, dia adalah Bapak HR yang ingin membawa HR ke fungsi yang sesungguhnya, sebagai mitra strategis perusahaan (buku fenomenalnya “HR Champion” dan “HR Transformatif” sangat menginspirasi dan menjadi rujukan oleh kalangan kaum HRD, sayangnya saya cuma punya yang “HR Transformatif”, itu pun Ebook).

Ulrich menjelaskan fungsi HR menjadi empat, yaitu: 1) Employee Champion: fokus perhatian kepada pengembangan kompetensi, komitmen dan kontribusi. 2) Administrative Expert: deliver praktek HR supaya lebih efisien. 3) Change Agent: membantu organisasi beradaptasi dengan dengan kondisi baru baik internal maupun eksternal. 4) Strategic Partner: menyelaraskan praktek HR dengan strategi bisnis dan perusahaan.

Empat peran itu harus dimainkan oleh HR Profesional untuk mencapai efektivitas. Seorang HR mungkin menguasai salah satu fungsi tersebut dan mensupport fungsi-fungsi yang lain. Tetapi, seorang leader HR mesti mampu membawa HR kearah strategis dan change agent. Karena jika memerankan sebagai strategis dan change agent makan fungsi HR akan memberikan impact jangka panjang.

Ada yang bilang itu kan cuma knowledge, konsep dan teori, kita ini kerja di lingkungan praktis, ya gak bisa lah dibuat idealis seperti itu??? Saya cuma bisa bilang kalo pemikiran kita seperti ini terus kita terjebak di black box nya Skinner (masih ingat tikus putihnya Skinner??!!). Gimana mau praktekkin HR yang tranformatif & strategis , lah wong, knowledge dan konsepnya aja nggak tau..!!! bingung mulai dari mana? design HR nya mau seperti apa? Proyeksi outputnya seperti apa? dan seterusnya.

Ingat..!! HR Tradisional berangkat dari Isu-isu HR (Bottom-Up), HR Transformatif berangkat dari Konteks/Strategi Bisnis (Top-Down)

Selamat bekerja kawan-kawan!!!

#Celotehan Jumat dan masih terus belajar HR. hehe

KOMENTAR:

Wisnu Rahmanto Alhamdulillah ya, sesuatu…

Abda Alif Wisnu, lu emang cetar membahana badai topan kau lalui sampai melewati jambul katulistiwa.. hahaha

Taufiq Syahputra lif,,nginep dikosan w ja,,ngajar dikosan w….hahahahahahahahaha…:D:D

Abda Alif Pik, weekend ini gw gak bs k’ciputat. Ada kerjaan gw. Kpn2 kita sharing, asal disediain konsumsinya aja.. Masa’ gw trus yg bawa makanan, gw ini tamu.. Hihihi

Wisnu Rahmanto tapi lip, misalnya konsep dsb udah dipelajarin, tapi kalo gak bisa dipraktekkin percuma juga, soalnya rata2 perusahaan kalo posisi kita masih generalis agak susah untuk bisa jadi strategic partner-nya perusahaan, tapi itu semua kan proses, kalo posisi & pengalaman udah mumpuni, otomatis kok bisa jadi strategic business partner. Contohnya ada di taufiq sama elo sendiri lip, kalo taufiq merangkak dari dasar sbg generalis, jadi butuh wkt utk bisa applied ilmu & konsep-nya, sedangkan elo, krn kerja di konsultan, jadi bisa lihat kondisi perusahaan secara helicopter view, jadi lebih terlihat apa yg terjadi di perusahaan klien. CMIIW

Amri Amarullah Suatu bangunan akan berdiri kokoh dengan menggunakan suatu teori dan akan cepat hancur jika tanpa adanya kerangka teori
So, agar apa yang kita lakukan tidak sia-sia dan terarah maka kita sesuaikan dengan teori yang ada
Sukses selalu!!!

Abda Alif IMHO. Nu, sebetulnya gak ada yg percuma apa yg kita pelajari suatu saat akan ada value nya. Dan, trend perusahaan di Indonesia sejauh yg gw tau dan banyak sharing sesama temen2 konsultan akan mulai bergerak kearah sana. Astra masih sebagai model penerapan itu, khususnya perusahaan lokal yg go international. Belum lg Garuda Indonesia, KAI (sudah mulai berbenah), Bank Mandiri, Pertamina dll. Itu semua dimulai dari pembenahan fungsi HR atau Human Capitalnya. Perusahaan kecil-menangah jg sudah mulai berbenah, mengingat pentingnya fungsi HR. CMIIW. Hehe

Farkhan Basyirudin ya lumayan lah…yg penting kerja gajinya bs wat beli sabun

Abda Alif Khan, kerja nyari duit tujuannya utk beli sabun, sisanya buat nyicil Alphard. Gw suka filosofi lu!! HahahaAbda Alif Khan, kerja nyari duit tujuannya utk beli sabun, sisanya buat nyicil Alphard. Gw suka filosofi lu!! Hahaha

Wisnu Rahmanto Ati2 juga lho, semakin kaya seseorang, semakin banyak yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat nanti, kecuali sebagian hartanya di serahkan kepada yg membutuhkan (ke gw misalnya) so, the choice is all yours…:D:D:D

Reno Parwoto Teori khan tataran ideal, konsultan or ahlinya lah yang mempersempit realita di lapangan dengan kondisi yg ada. Makanya klo masuk kantor bikin assesment dl, pakai deh tuh ilmu Gap analis nya

 Reno Parwoto Ingat juga kapasitas loe sebagai apa, klo gambaran diatas sie urusan management bro, skill loe kepake paling g level dept head keatas. Klo cm u sharing sie g masalah. Hehehe

Abda Alif wee, mas reno yg ssuper.. ngomong2 soal assessment, banyak temen-temen yg latah/kepo dlm melaksanakan asesmen. Dasar asesmen dimulai dari pemahaman ttg visi/misi dan objektif perusahaan kemudian dibreakdown menjadi standar kompetensi. dari sinilah diadakan asesmen untuk mengetahui gap antara standar kompetensi dengan hasil asesmen sehingga menghasilkan real kompetensi karyawan saat ini. dari real kompetensi inilah kemudian muncul TNA apa2 saja kompetensi yg perlu diperbaiki.

Abda Alif Sebetulnya kalo kita sdh masuk dalam satu perusahaan/organisasi, maka tidak bisa kita ngomong itu urusan management. semua tanggung jawab b’sama. kalo kita pny ide kenapa tdk diusulkan kemanajemen. tulisan diatas juga mengajak temen-temen untuk mempersiapkan diri ke level strategik, karena melihat tantangan dan trend perusahaan di Indonesia yang mulai tumbuh. bahkan perusahaan2 Indonesia sudah banyak dilirik oleh ekspat-ekspat yg sebetulnya tidak lebih “pintar” dari kita. Hehe

Galih Dika Permana (Silent reader gatel mau komen) Ah yang penting sih duid ngalir lancar aja.. Di indonesia, orang idealis itu jadi miskin.. Ujung2nya ikut arus aja. Indonesia belum siap utk menerima “paparan” detail seperti itu, terlebih klo kondisi “bahan baku” juga masih seperti sekarang..

Abda Alif galih: Bwakakakakak… gw Silent Millionaire aja deh..

Wisnu Rahmanto Silent night, holy night

All is calm, all is bright
Round yon Virgin Mother and Child
Holy Infant so tender and mild
Sleep in heavenly peace
Sleep in heavenly peace

Abda Alif Wisnu: silent night, hand always moves. Hahaha

Rahman Hermawan Bukan sekedar teoritis saja yang jadi masalahnya. Kepentingan Politik dalam organisasi nyatanya lebih sulit ditabrak daripada berdebat tentang implementasi Konsepsi dalam mencapai visi dan misi perusahaan.

Taufiq Syahputra Rahman Hermawan: ya sudah aplikasikan saja sesuai kemampuan kita,kalau sistem yang kita kreasikan bisa dipakai ya syukur, kalo ga ya diusulkan, kalo ga bisa juga ya dalam hati ja, aplikasikan kalo kita udah bisa wirausaha….:D:D:D:D:D:D:D:D:

Reno Parwoto Makanya liat kapasitas PT loe dl bro. Percuma khan ngomongin OD klo HR admin masih berantakan. Aplikasinya susah luar biasa bro. @alif: Itu khan assesment u training. masing2 bagian HR ada assesment masing2 khan? Hehehe

Bikin core competence and core value j urusanmanagemen tho.

Taufiq Syahputra @eno: kalo prinsipnya kaya gitu trus,kapan kita coba?kapan kita try and error?,,menurut w sih selama di perusahaan bisa dicoba,yah usulin ja,,yah tapi ni tergantung prinsip personal juga,sampai dimana minat ybs sama OD;,kalo menurut w,,kalo udah minat pasti motivasi pertama adalah cari cara untuk nyoba,belum untuk 100 persen berhasil…

Reno Parwoto Iyah bro, klo loe mau paksain kayak anak SD masuk bangku kuliah. Hahaha

Biasanya sie yg diem2 tuh yg banyak duid, y g bro Galih Dhika Permana. Hoho raja ampraattt.

Taufiq Syahputra ha..ha..dimana2 kata2 w yang mengindikasikan “pemaksaan”…well w kira yang dishare Alif disini bukan strategi dapet “uang banyak”,,uang memang kebutuhan,,tapi tiap orang ada strategi sendiri2 ga bisa digeneralisir dan ada tempat sharenya sendiri,,,,orang anak kampung ga pernah sekolah ga usah kuliah ja bisa masuk tipi tuh sekarang,,ngapain kuliah 4 tahun???:D:D:D

Reno Parwoto Iy mario teguh vs bob sadino. Hahaha

Abda Alif Dear kawan2, mau meluruskan saja sebetulnya apa yg sy share ini tidak ada kaitannya dgn soal “finansial or non finansial”, tulisan diatas sebetulnya mau berbagi bahwa “diluar sana” trend perkembangan praktek HR sudah mulai bergeser dari yg dulunya tradisional merangkak naik lebih ke modern/transformatif. Indikasi ini bisa dilihat di lowongan kerja yg diposting: kebutuhan thd Strategic HR Manager, Talent Management, People Development, dll. Bukan jg soal teori atau praktek; Adanya ‘teor’i juga berawal karena ada ‘praktek’ kemudian dirumuskan. Sebaliknya, ‘Praktek’ kalo tidak diteorikan jg “tinggal nama”. Memang berbalik ke perusahaan masing2 sesuai kebutuhannya, apa yg terbaik untuk dipraktekkan. Tapi, yang jelas bekerja dengan penguasaan “Ilmu” akan menjadi lebih terarah, sistematis dan terasa sangat nyaman. thanks komen2nya.. hehe

Muhammad Maududy Latief Dear All: klo menurut abang sie, “dobito ergo cogito, cogito ergo sum” sajalah. Success selalu untuk qta semua.

Wisnu Rahmanto Silent night…holy night….

4 comments on “HRD, ngerjain apa sih?

  1. Salam, sekurang-kurangnya terdapat lima pilar HR, yaitu Rekrutmen & Asesmen, Training & Development, Career/Talent Management, Performance Management System, dan Reward/Comben Management. Ada sebagian yang menambahkan Employee/Industrial Relation, penambahan area ini sebab HR semestinya menguasai regulasi ketenagakerjaan. Namun, sebagian yg lain tidak menambahkan area ini sebab HR semestinya bertanggung jawab atas pengembangan manusia (human) yang direpresentasikan ke lima pilar diatas.

    Nah, kalau pertanyaan yg dimaksud mengenai posisi struktural biasanya tergantung perusahaannya mulai dari staf -> supervisor/kepala bagian -> manager/kepala departemen -> GM/kepala divisi. Ini tergantung pada strategi fungsional.

    Silahkan jika mau menambahkan.. Thx

  2. salam semuanya saya mau menanyakan untuk tugas fungsi Staff HR dan LEgal itu apa aja yah mas? terimakash sebelumnya

  3. Fungsi HR yang ada diperusahaan2 terkait rekrutmen, training, performance, OD, dll. Sedangkan legal biasanya menyangkut hubungan industrial. apabila ada posisi seperti itu biasanya perusahaan lebih suka rekrut dari lulusan hukum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s